Sabtu, 19 September 2015

Kasus Role Play Komprehensif I



 ROLE PLAY

Pembimbing akan memberikan skenario suatu situasi yang nantinya tugas mahasiswa bermain peran/ Role play. Situasi Role play ini seperti layaknya mahasiswa menghadapi kasus nyata, yang kemudian mahasiswa mensimulasikan/mempraktekkan asuhan keperawatan berdasarkan situasi yang terkait. Pelaksanaan role play dan simulasi dilakukan oleh kelompok yang ditunjuk.
Pembagian kelompok role play :
1.      Kelompok 1 : Askep komprehensif pada ibu dengan hiperemesis & malnutrisi : Pengkajian ANC  secara komprehensif  ibu dengan risiko
2.      Kelompok 2: Askep komprehensif pada ibu dengan SC dan induksi persalinan : Pengkajian INC  secara komprehensif  ibu dengan risiko & Intervensi secara komprehensif ibu dengan induksi dan persiapaan SC
3.      Kelompok 3: Askep komprehensif  pada ikterus neonatorum : Askep bayi  dengan Foto terapi
4.      Kelompok 4 : Askep komprehensif pada BBLR : Intervensi pada bayi BBLR :
a.       Feeding (pemeriksaan residu)
b.      Termoregulator (KMC)
5.      Kelompok 5: Askep komprehensif anak dengan gangguan Tumbang  :
a.       Pengkajian anak dengan gangguan tumbang secara komprehensif
b.      Penggunaan KMS
6.      Kelompok 6 : Askep komprehensif pada anak/ remaja dengan Phobia:
Pengkajian & intervensi komprehensif  anak / remaja dengan Phobia


 ============================================================
 
ROLE PLAY BAB 1
ASKEP PADA IBU DENGAN HIPEREMESIS DAN MALNUTRISI
(KELOMPOK 1)



Skenario :
Ny S usia 25 tahun G1P0A0 hamil 6 minggu datang ke klinik kebidanan mengeluh mual muntah, pusing, selalu muntah setiap kali makan meskipun dengan porsi kecil. Ny S juga merasa mual setiap mencium bau masakan. Ny S mengeluh lemes dan banyak beristirahat di tempat tidur. Dari pemeriksaan berat badan yang dilakukan din poliklinik Ny S mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg selama hamil, sebelum hamil 50 kg dan setelah kehamilan menginjak 6 minggu, Ny S mengalami penuruan berat badan menjadi 48 kg . Ny S terlihat pucat, konjungtiva anemis.Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil  Hb; 8 gr/dl, Ht 24 %, kimia darah protein 2,0. Karena kondisi Ny S sangat lemah saat tiba di rumah sakit Ny S dipasang infuse RL 20 tpm, untuk memperbaiki keadaan umumnya, Ny S, disarankan untk rawat inap.

Role Play
1.      Demonstrasikan kasus diatas
2.      Demonstrasikan cara melakukan pengkajian  antenatal
3.      Demonstrasikan intervensi keperawatan sesuai dengan nanda NOC dan NIC 




 ==============================================================
ROLE PLAY BAB 2
ASKEP KOMPREHENSIF IBU DENGAN SC DAN INDUKSI PERSALINAN
(KELOMPOK 2)


Skenario :
Ny  B, 25 tahun G1P0A0 hamil 39 minggu masuk ke kamar bersalin karena keluar darah lender dan kenceng – keceng setiap 7 menit, kuat.  Di kamar bersalin Ny B diterima oleh perawat, perawat melakukan anamneses dan pemeriksaan fisik intranatal, diperoleh data BB 65 kg, TD 120 / 80 mm Hg,. Dari pemeriksaan Leopold diperoleh data TFU 39 Cm, yang berada di fundus bokong, punggung bayi berada di kanan abdomen ibu, yang berada di bagian bawah uterus kepala dan sudah masih pintu atas panggul. Djj 132 xx/ mt.  Pembukaan serviks 4 cm. Pasien masih diperbolehkan jalan – jalan disekitar ruangan. Setelah 4 jam berada di kamar bersalin dilakukan pemeriksaan dalam lagi, tetapi pembukaan serviks masih tetap 4 cm, dan his tidak maju masih setiap 7 menit kuat, sehingga dokter Obgyn yang jaga saat ini menginstruksikan dilakukan induksi partus dengan menggunakan Oxytocin drip dengan dosis 1 ml Oxytocin (10 units) dilarutkan ke dalam 1 ml RL di berikan melalui infusion pump dengan dosis awal 2 mU/menit dengan ditingkatkan secara perlahan lahan  setiap 15 menit menjadi 2, 8, 12, 16, 20, 25, dan 30 mU/menit. Selama induksi partus tanda – tanda vital ibu, kontraksi uterus dan Djj di monitor dengan cermat setiap 15 – 30 menit, hasilnya tanda – tanda vital ibu dalam batas normal, kontraksi uterus setiap 5 menit, Djj berkisar 120 – 132 x/ menit. Setelah 4 jam dilakukan pemeriksaan dalam hasilnya pembukaan serviks masih tetap 4 cm. Setelah dilakukan induksi partus tidak ada kemajuan persalinan dokter Obgin menginstruksikan untuk disiapkan operasi Cesarean 2 jam lagi.

Role Play:
1.      Demonstrasikan kasus diatas.
2.      Demonstrasikan dalam melakukan pengkajian intra natal secara komprehensif
3.      Lakukan pemeriksaan fisik pada Ny B
4.      Demonstrasikan intervensi keperawatan secara komprehensif pada Ny B  

 ==============================================================
ROLE PLAY BAB 3
ASKEP KOMPREHENSIF  PADA IKTERUS NEONATORUM :
ASKEP BAYI  DENGAN FOTO TERAPI
(KELOMPOK 3)
Pengampu : Listyana Natalia Retnaningsih,S.Kep.Ns.,MSN


                                                       
Skenario :
Seorang bayi laki-laki berumur 3 hari dibawa ke rumah sakit dengan keluhan badan kuning dan bayi lemah. Menurut keterangan orang tua, semenjak pulang dari rumah sakit setelah lahir, bayi susah untuk minum dan rewel. Riwayat kelahiran bayi normal dengan BB lahir 2800 gram. Saat dilakukan penmeriksaan fisik bayi kuning di seluruh kulit dan sklera, abdomen membesar, refleks hisap berkurang. Hasil vital sign suhu 370C, nadi 120 kali/menit, respirasi 30 kali/menit. Saat dilakukan penimbangan BB bayi 2600 gram. Hasil pemeriksaan kadar bilirubin 16 mg/dl. Golongan darah ibu O.

Role play :
1.      Demonstrasikan kasus diatas
2.      Demonstrasikan cara melakukan pengkajian pada bayi tersebut.
3.      Jelaskan mekanisme terjadinya ikterik pada bayi!
Demonstrasikan intervensi keperawatan : management bayi dengan fototherapi
==============================================================
ROLE PLAY BAB 4
ASKEP KOMPREHENSIF PADA BBLR : INTERVENSI PADA BAYI BBLR
(KELOMPOK 4)
Pengampu : Listyana Natalia Retnaningsih,S.Kep.Ns.,MSN


Skenario :
Seorang bayi baru sajadilahirkan di sebuah rumah sakit dengan berat lahir 1800 gram, dari seorang ibu berumur 40 tahun G4P3A0, dengan usia kehamilan 28 minggu. Saat dilahirkan apgar score 5, 7, dan 8. Suhu tubuh 360C dan refleks hisap lemah.

Role play :
1.    Demonstrasikan kasus diatas !
2.    Demonstrasikan cara melakukan pengkajian  bayi baru lahir secara lengkap!
3.    Demonstrasikan intervensi keperawatan : manajemen Feeding (pemasangan NGT/OGT) dan manajemen Termoregulasi (KMC)!



 ==============================================================
ROLE PLAY BAB 5
ASKEP KOMPREHENSIF  ANAK DENGAN GANGGUAN TUMBANG
(KELOMPOK 5)
Pengampu : Lala Budi F,S.Kep.,Ns.,M.Kep.,Sp.Kep.An




Skenario :                            
Anak pertama (An. M) usia 2 tahun. Setelah dilakukan kunjungan  rumah, keluarga mengeluh anaknya mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang tidak seperti anak tetangganya, seperti belum bisa berdiri satu kaki selama 3 detik, menyebut nama teman, dll. Setelah dilakukan pengkajian secara singkat didapatkan bahwa An M memiliki berat badan dalam  kategori Bawah Garis Merah sesuai KMS. Data dari keluarga: ibu An M mengaku  mengetahui apa saja yang dibutuhkan dalam pemenuhan  nutrisi anak, namun ibu An M memiliki pantangan makanan selama hamil dan 1 tahun setelah melahirkan untuk tidak makan-makanan yang terbuat dari telur, ikan, dan daging dengan alasan dapat membuat anaknya akan bulat seperti telur menurut leluhurnya. Kepala keluarga Tn. A tidak bisa untuk tidak menurut kepada aturan dari leluhurnya, karena takut sangsi norma budaya. 
                                     
Role play                                
1.    Demonstrasikan skenario diatas
2.    Lengkapi data pengkajian kasus diatas
3.    Jelaskan penyebab BB An.M berada pada kategori BGM!
4.    Identifikasi tumbuh kembang normal sesuai umur An M!
5.    Bagaimana perawatan individu An M di rumah dengan masalah  kekurangan nutrisi tersebut?



 ===============================================================
ROLE PLAY BAB 6
ASUHAN KEPERAWATAN KOMPREHENSIF PADA PASIEN DENGAN  PHOBIA


KASUS SKENARIO
Seorang laki-laki berusia 32 tahun diantar keluarga ke Rumah Sakit Jiwa XY untuk memeriksakan keluhan klien. Klien mengeluh setiap kali melihat botol baik botol kaca maupun plastik selalu merasa sangat takut dan jijik bahkan sampai berteriak-teriak dan lari. Klien bahkan tidak mau melihat dan menyentuh botol apapun. Klien mengaku hal tersebut  sangat mengganggu karena klien sering diejek oleh teman-temannya. Klien bekerja sebagai guru SD. Klien juga cemas kondisi dia akan diketahui oleh murid-muridnya sehingga mereka tidak lagi menghormati dirinya. 

TUGAS :
1.        Demonstrasikan kasus di atas
2.        Lakukan pengkajian pada klien dengan menggunakan model Stres Adaptasi Stuart dan tentukan diagnosa keperawatannya.
3.        Lakukan tindakan keperawatan pada klien sesuai diagnosa keperawatan dan rujukan ke psikiater

1 komentar: